jpnn.com

Sabtu, 08 Juli 2017 | 05:37:04

Tren busana muslim, hijab tak hanya dikenakan oleh muslimah

Tren busana muslim, hijab tak hanya dikenakan oleh muslimah

Baju muslim bisa jadi hal yang paling dicari ketika mendekati puasa atau hari raya Idul Fitri. Keberadaan baju muslim yang beraneka ragam ini, tak sedikit membuat wanita bingung untuk membelinya. Namun, kebanyakan dari mereka memilih produk baju muslim dengan model terbaru maupun baju muslim yang dianggap cocok dipadankan pada bentuk tubuh mereka.

Tren busana muslim ini tak hanya ramai di negara mayoritas muslim seperti Indonesia, namun juga telah merambah ke salah satu negara di Eropa, yaitu Italia.

Seorang hijaber asal Turin,Hind Lafram (22) telah berhasil menginspirasi bosnya, perancang busana di Milan untuk membuat busana muslim. Hind pun sudah mulai berani untuk membuat busananya sendiri.

Hind diketahui adalah seorang pekerja di sebuah butik di Milan, milik Rossana Diana, perancang busana yang cukup terkenal di Milan. Selama ini, Rossana mendedikasikan fashionnya untuk alam, dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan.
Setelah Hind mulai bekerja di butik itu, Rossana mulai berpikir untuk membuat lini terbaru, bagi muslimah di Italia dan seluruh dunia. Hind adalah satu-satunya wanita berhijab yang bekerja di butik ini. Mimpi Hind untuk menyediakan baju muslim sedikit demi sedikit dapat tercapai.

Hind menganggap bahwa hijab adalah identitasnya. Ia menuturkan bahwa mengenakan hijab adalah aturan dari Allah yang harus ditaati.

Hind tinggal di Turin, sebuah kota kecil namun cukup penting di utara Italia. Kota ini berjarak sekitar 350 meter dari Milan, yang merupakan salah satu pusat mode dunia. Turin juga dikenal sebagai kota yang kaya akan budaya dan sejarah.

Tak hanya aktif sebagai pengarah gaya, Hind juga kerap membuat baju untuk rekan-rekannya di Turin. Desain bajunya pun telah menarik hati para pelanggannya. Biasanya, pelanggan akan langsung mendatangi rumah Hind untuk memesan baju.

Semua proses pembuatan baju ia lakukan sendiri, mulai dari mengambil ukuran, menggambar, memotong pola dan bahan, hingga menjahitnya menjadi sebuah busana yang bagus. Ia menjahit baju dengan mesin jahit warisan ibunya. Untuk busana karya Hind tersebut sudah bisa di lihat di berbagai media sosial.

Selain Hind Lafram, terdapat beberapa hijaber lainnya yang berhasil menarik khalayak. Apa yang membuat orang tertarik tentu saja karena pemakaian hijab bagi masyarakat di negara minoritas muslim dianggap masih langka.

Kehadiran Summer Albarcha, seorang hipster hijaber asal Amerika juga mampu menarik perhatian khalayak umum terutama kaum muslim melalui unggahan di instagramnya.

Albarcha mendapatkan perhatian sebagai wajah di balik Hipster hijab, dan seperti namanya, dia tidak memilih untuk memakai jilbab. "Saya percaya saya memiliki banyak kekuasaan atas pilihan busana saya sebagai non-Muslim. Sementara saya terbatas pada pilihan tertentu dalam pakaian-seperti harus menghindari pendek celana pendek-saya juga terbuka untuk outlet baru kreativitas, di mana saya sedang selalu up untuk tantangan yang baik” tutur gadis 20 tahun tersebut.

"Saya memutuskan untuk mengenakan jilbab sebagai akibat dari pendidikan saya, di mana saya selalu dikelilingi oleh wanita Muslim yang menakjubkan di masyarakat yang tidak memungkinkan nilai-nilai agama mereka untuk menciptakan sebuah penghalang untuk aspirasi mereka."lanjutnya.


Pendaftaran Blog



Login Blog