jpnn.com

Senin, 03 April 2017 | 11:46:57

Sifat Gas Karbondioksida

Sifat Gas Karbondioksida

Sifat Gas Karbondioksida - Karbon dioksida merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau yang termasuk salah satu bahan gas yang umum di dunia. Karbon dioksida ditemukan di mana - mana di atmosfer bumi, dan memerankan peran yang penting dalam proses biologis.

Manusia melepaskan karbon dioksida ketika proses metabolisme alami, sedangkan tumbuhan memakai karbon dioksida selama fotosintesis. Karbon dioksida juga dipakai dalam item yang termasuk minuman bersoda, ragi, dan alat pemadam kebakaran. Sifat karbon dioksida bisa dikelompokan apakah menggambarkan tampilan fisik, kimia, atau lingkungan gas tersebut.

Menurut alat ukur Indonesia, salah satu alat ukur yang tepat untuk mendeteksi kebocoran gas adalah alat pendeteksi kebocoran gas. Secara fisik karbon dioksida sangat stabil, sifat karbondioksida bisa bermacam- macam sesuai dengan suhu. Karbon dioksida membentuk zat padat dengan suhu di bawah minus 70 derajat Celsius (-94 ° Fahrenheit). Karbon dioksida juga bisa berubah menjadi cair saat dilarutkan dalam air di bawah tekanan konstan.

Dari pandangan kimia atau molekul, sifat karbon dioksida konstan di bawah berbagai keadaan. Sebuah unit karbon dioksida tunggal akan terdiri dari atom karbon terikat pada dua atom oksigen. Ikatan tersebut sangat kuat, dan membantu membuat karbon dioksida merupakan salah satu yang stabil dari semua molekul.

Pada umumnya sifat kimia karbon dioksida berhubungan dengan tingkat keasaman. Unit karbon dioksida yang asam secara alami, tingkat keasaman dapat diubah dengan melarutkan molekul di dalam air. Karena sifat yang sangat khusus dari pekerjaan ini, proses tersebut dilakukan di laboratorium.

Sifat karbon dioksida telah menjadi sumber utama perdebatan bagi para politisi dan aktivis lingkungan karena kekhawatiran atas pemanasan global dan juga perubahan iklim yang telah meningkat. Karbon dioksida juga dianggap jenis gas rumah kaca.

Gas rumah kaca mengakibatkan pemanasan global dengan menjebak panas pada atmosfer bumi. Suhu bumi meningkat karena panas tidak bisa melarikan diri, yang mungkin mempunyai akibat buruk terhadap lingkungan dan seluruh kehidupan di bumi.

Salah satu cara untuk meminimalisir pemanasan global yaitu dengan mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil. Proses yang tergantung sumber energi berbasis minyak yang melepaskan karbon dioksida sebagai produk alami. Untuk meminimalkan produksi gas rumah kaca, kita bisa memakai sumber energi yang lebih bersih yaitu seperti energi matahari ataupun yang berbasis angin.


Pendaftaran Blog



Login Blog