jpnn.com

Jumat, 05 Mei 2017 | 12:16:36

Kenalkan Macam-Macam Jerawat Sebelum Mengobatinya.

Kenalkan Macam-Macam Jerawat Sebelum Mengobatinya.

Jenis-jenis jerawat memiliki karakterisik yang berbeda-beda sehingga cara penyembuhannya juga bisa berbeda agar mendapatkan hasil yang optimal. Jerawat menjadi salah satu masalah kulit wajah yang sering dialami oleh banyak orang. Sebagian besar penyebab terjadinya jerawat adalah kuman dan bakteri yang bercampur dengan keringat.

Kenalilah jenis-jenis jerawat pada kulit 

Jerawat menjadi masalah kulit yang dirasakan oleh hampir semua orang. Munculnya jerawat ini tidak hanya mengganggu penampilan saja tapi juga tidak baik untuk kesehatan karena pada umumnya jerawat terjadi karena adanya bakteri yang tersumbat pada pori-pori. Dilansir dari Harian Gadis, sebelum kita mengatasi cara menghilangkan jerawat pada kulit, akan lebih baik jika kita mempelajari terlebih dahulu macam-macam jenis jerawat yang sering ditemukan. Setiap jerawat dasarnya memiliki ciri khas yang berbeda sehingga kita harus tahu bagaimana karakteristiknya agar cara pengobatannya bisa lebih tepat.

1. Komedo terbuka

Sebagian besar orang lebih mengenal komedo terbuka ini dengan pori-pori tersumbat sebagian atau kelenjar keringat yang memproduksi sejumlah keringat berlebih. Pada umumnya, keratin, sel kulit mati, dan bakteri sering terjebak di dalam pori-pori ini. campuran sebum atau zat penyumbat mengalami oksidasi karena terkena udara dan akan berubah warnanya menjadi lebih gelap. Ciri fisiknya berupa benjolan kuning menghitam atau gelap di kulit. biasanya sebum yang menyumbat pori ini berwarna coklat kekuningan dan sering ditemukan pada hidung dan bokong. Untungnya, jerawat ini tidak menyebabkan peradangan.

2. Komedo tertutup

Komedo tertutup muncul akibat pori-pori yang tersumbat atau kelenjar keringat dengan jumlah minyak yang banyak, sel kulit mati, keratin dan bakteri. Kandungan campuran zat penyumbatnya sama dengan komedo yang terbuka. Komedo ini tidak memiliki celah sehingga campuran sebum tidak terkena udara ataupun teroksidasi. Pada umumnya, warna komedo ini tetap putih meskipun terkadang agak kekuningan. Ciri fisik komedo tertutup adalah benjolan kecil berwarna putih dan bisa ditemui di mana saja pada kulit. Satu hal yang perlu diwaspadai adalah jenis jerawat kecil ini dapat menyebabkan peradangan.

3. Papula 

Ciri khas jerawat jenis ini adalah gundukan merah dan sedikit meradang, hanya saja jerawat ini tidak mempunyai puncak karena belum terisi penuh oleh nanah. Awalnya, jerawat ini berupa komedo yang tidak segera diobati sehingga akan memperburuk dan menjadi papula saat dinding kelenjar yang terinfeksi bakteri itu meletus. Hal ini memungkinkan adanya campuran bakteri dan sebum yang menembus kulit di sekitarnya. Pada saat sela darah putih masuk pada kelenjar yang meletus guna melawan infeksi maka akan terjadi peradangan. Apabila jerawat ini tidak diobati maka papula dapat berubah lebih buruk menjadi pustula.

4. Pustula

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa pustula merupakan bentuk lanjutan dari papula. Jika papula tidak segera diobati hingga beberapa hari maka akumulasi sel darah putih secara berangsur akan bergerak ke permukaan kulit. Ciri khas pustula adalah mempunyai noda di bagian pinggirnya, berwarna merah saat meradang dan berwarna putih atau kekuningan di bagian tengahnya. Sebenarnya, pustula merupakan standar dari sebutan banyak orang mengenai jerawat.

5. Kista dan Nodul

Ternyata jerawat dapat menjadi semakin parah dan menyebabkan kista serta benjolan di bagian bawah permukaan kulit. Pada umumnya, peradangan yang terjadi pada jenis jerawat ini akan menimbulkan rasa sakit jika disentuh. Kista dan nodul terbentuk saat suatu folikel meradang dan meletus pada bagian bawah kulit. Peradangan ini menghasilkan campuran sebum yang dapat menyebar ke semua folikel di sekitarnya sehingga pori-pori akan terinfeksi. Ada baiknya jika kamu tidak memencet atau meremas noda ini karena salah-salah dapat menyebabkan infeksi lebih parah dan lebih dalam, bahkan dapat menjadi peradangan berkepanjangan dan bekas luka yang susah dihilangkan. Namun, tidak baik juga untuk membiarkan begitu saja jerawat ini karena dapat muncul lagi di tempat yang sama. Untuk itu, disarankan jika kamu segera memeriksakan kulit wajah pada dokter kecantikan atau kulit.

6. Jerawat conglobata

Salah satu jenis-jenis jerawat di wajah yang parah ini lebih sering dijumpai pada laki-laki dibandingkan perempuan di usia 18-30 tahun. Ciri fisiknya adalah berupa benjolan yang meradang, saling menyambung, besar, dan tetap aktif hingga bertahun-tahun. Jerawat ini sering muncul di wajah, pantat, dada, paha, lengan atas, dan punggung. Pada umumnya, keadaan seperti ini bermula dari komedo yang semakin buruk menjadi kista dan nodul. Baru setelah itu pecah dan terhubungan sehingga memunculkan lesi berulang. Jika tidak segera diobati maka jerawat ini dapat merusak kulit dan tidak dapat dihilangkan.

7. Jerawat fulminans

Jenis jerawat yang berbahaya ini juga dikenal dengan sebutan jerawat ulseratif aktif yang merupakan kelanjutan dari jerawat conglobata yang tidak berhasil diobati. Seseorang yang memiliki jerawat ini akan mengalami rasa sakit akibat peradangan yang bertambah dengan masalah kulit karena jerawat conglobata. Pembengkakan terjadi pada kelenjar getah bening pada leher, kekakuan otot dan penurunan berat badan ekstrim dapat terjadi.

8. Jerawat batu

Jerawat ini mempunyai ukuran yang lebih besar dibanding jerawat pada umumnya. Munculnya jerawat ini menimbulkan peradangan sehingga jerawat batu terlihat berwarna merah. Jika jerawat batu muncul, jangan membiarkannya begitu saja karena dapat meninggalkan bekas yang sulit untuk dihilangkan. Biasanya, penyebab jerawat ini terjadi karena kelenjar minyak yang begitu banyak dan pertumbuhan sel yang tak normal. Jerawat ini tergolong dalam jerawat yang parah sehingga akan lebih baik jika kamu segera berkonsultasi pada dokter kulit.

Demikian jenis-jenis jerawat yang penting diketahui sebelum langkah pengobatan!


Pendaftaran Blog



Login Blog