jpnn.com

Senin, 12 Juni 2017 | 17:25:44

Dituduh jadi intel, sutradara Australia terancam dibui 10 tahun

Dituduh jadi intel, sutradara Australia terancam dibui 10 tahun

utradara asal Australia, James Ricketson (68), terancam dibui selama sepuluh tahun di Kamboja. Dia dituduh melakukan spionase usai menerbangkan pesawat tanpa awak (drone) saat mengambil gambar kampanye Partai Pemberdayaan Nasional Kamboja (CNRP) dari ketinggian.

Dilansir dari laman The Guardian, Senin (12/6), James ditahan sepekan lalu. Selain disangka menjadi mata-mata, dia juga dianggap tinggal secara ilegal di Kamboja karena tidak dapat menunjukkan paspor.

Jumat pekan lalu dia menjalani sidang di Ibu Kota Phnom Penh. Dia didakwa mengumpulkan informasi yang dianggap membahayakan keamanan nasional Kamboja. Ancamannya adalah dipenjara selama lima hingga sepuluh tahun.

"James dikirim ke Penjara Prey Sar di Phnom Penh selama persidangan," kata juru bicara pengadilan, Y Rin.

Meski demikian, kabar soal James masih simpang siur. Deputi Imigrasi Kepolisian Kamboja, Lou Rabo, mengatakan bule itu ditangkap Sabtu pekan lalu di bantaran sungai di Phnom Penh dalam pemeriksaan rutin terhadap warga asing.

"Kami menanyakan soal dokumen keimigrasian. Cerita Dewasa Dia tidak punya dan dia tidak mengatakan tinggal di mana. Saat ditanya dia cuma diam. Makanya kami pikir dia masuk secara ilegal. Lalu kami bawa ke kantor," kata Lou.

Hanya saja Lou menampik kalau penangkapan James lantaran menerbangkan drone saat kampanye CNRP. Menurut kantor berita lokal pemerintah, Fresh News, James diduga sengaja mengambil gambar dan akan membawanya ke luar negeri tanpa izin.

James diketahui sudah berkecimpung di dunia perfilman sejak 1970-an, dan dalam sengketa panjang dengan Screen Australia. Dia juga mengkritik pemerintah Kamboja di bawah Perdana Menteri Hun Sen melalui laman Facebook-nya dengan menyatakan mereka adalah diktator. Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia menyatakan bakal menyediakan bantuan hukum bagi James.

Lembaga nirlaba Amnesty International menyatakan pemerintah Kamboja menggunakan lembaga peradilan buat menggebuk kaum oposisi dan pengkritik pemerintah. Menurut dia, sistem peradilan bebas dan mandiri cuma sebatas ucapan. Sebab, bukti-bukti menunjukkan manipulasi kerap dilakukan dalam pengadilan demi tercapainya tujuan politik pemerintah dan membungkam masyarakat yang menganggap pemerintah intoleran.

"Di Kamboja, pengadilan adalah alat di pemerintah," kata pengawas wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Amnesty International, Champa Patel.

Pakar hukum Kamboja, Sok Sam Oeun, menilai kasus menimpa James nampak sudah dipastikan dia bersalah. Sebab sistem dibangun otoriter. 


Pendaftaran Blog



Login Blog