jpnn.com

Sabtu, 15 Juli 2017 | 23:06:37

Berita Hoax Sampai Hal-hal Berbahaya - Dampak Negatif Media Sosial

Berita Hoax Sampai Hal-hal Berbahaya -  Dampak Negatif Media Sosial

Media sosial tampaknya sudah mempengaruhi kehidupan. Selain berdampak baik, seperti membantu pemasaran orang-orang yang sedang menjalankan suatu bisnis atau usaha misalnya. Ketenaran yang dapat diraih dengan cepat dapat membawa dampak buruk bagi perilaku penggunanya.

Penggunaan media sosial apabila tidak dikendalikan dapat mengakibatkan sesuatu yang buruk bagi penggunanya. Akhir-akhir ini juga banyak beredar berita-berita hoax yang secara tidak disadari dapat berpengaruh buruk. Seperti yang dikatakan Pengamat Media Sosial, Nukman Luthfie, salah satu yang paling rentan terkena dampak dan menjadi korban hoax adalah anak-anak.

“Fungsi media sosial yang awalnya sebagai ungkapan ekpresi dan eksistensi diri kini berubah menjadi alat kepentingan serta media informasi dan berita sehingga banyak muncul berita-berita hoax,” kata Nukman Luthfie dalam sebuah diskusi media bertema Bedah Fatwa MUI Muamalah Medsosiah.

Nukman Luthfie mengatakan, gaya hidup masyarakat saat ini sangat banyak menghabiskan waktu dalam beraktivitas di dunia maya minimal 3 jam 16 menit dalam sehari yang digunakan seseorang dalam bermedsos.

Dari data yang dikumpulkan, salah satu media sosial yang paling banyak memiliki andil besar dalam tersebarnya berita hoax adalah Facebook. “Hal ini juga ditopang dengan kebiasaan warga netizen yang lebih suka menyebarkan berita-berita antimainstream yang kebanyakan adalah hoax,” tambahnya.

Menurut survei #StatusOfMind yang dipublikasi oleh Royal Society for Public Health Inggris, terdapat lima media sosial terburuk yang masuk dalam survei. Jika diurutkan dari yang paling buruk adalah Instagram, Snapchat, Facebook, Twitter dan Youtube.

Studi sebelumnya mengatakan bahwa anak muda yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari di situs media sosial, lebih cenderung mengalami tekanan psikologis.

"Melihat teman-teman terus-menerus berlibur atau menikmati malam luar bisa membuat anak muda merasa kehilangan saat yang lain menikmati hidup," laporan #StatusOfMind menyatakan. Perasaan tersebut dapat meningkatkan sikap membandingkan dan putus asa.

"Instagram dengan mudah membuat anak perempuan dan wanita merasa seolah-olah tubuh mereka tidak cukup baik karena orang menambahkan filter dan mengedit gambar mereka agar mereka terlihat 'sempurna'," tulis salah satu responden.

Penelitian lain telah menemukan bahwa semakin banyak media sosial yang dimiliki dewasa muda, semakin besar kemungkinan mereka merasa depresi dan cemas.


Pendaftaran Blog



Login Blog