jpnn.com

Sabtu, 15 Juli 2017 | 22:33:51

Bayar Pajak Belum Membudaya, Realisasi Tax Amnesty Tak Capai Target

Bayar Pajak Belum Membudaya, Realisasi Tax Amnesty Tak Capai Target

Dalam beberapa tahun terakhir, setoran pajak dianggap tidak memenuhi target. Adanya program tax amnesty atau pengampunan pajak yang mulai dijalankan oleh pemerintah sejak satu tahun silam ternyata belum membuahkan hasil hingga periode maret tahun ini.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih enggan membayar pajak dengan tertib dan teratur. Mengenai alasan mengapa masyarakat enggan membayar pajak, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi menuturkan terdapat beberapa alasan yang melatar belakangi masyarakat tidak patuh dalam membayar pajak.

Pertama, masih ada rakyat yang tidak percaya dengan undang-undang di bidang perpajakan. Faktor kedua, tidak percaya dengan petugas pajak.

Faktor ketiga, masyarakat enggan bayar pajak karena sebagian dari mereka ingin coba coba untuk tidak bayar pajak. Mereka akan bayar pajak jika ketahuan tidak bayar pajak.

Faktor keempat, pembayaran pajak dianggap belum menjadi budaya bagi sebagian masyarakat.

Terakhir ia menuturkan bahwa masyarakat belum patuh membayar pajak, karena alasan pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh)‎ dinilai ribet. Orang akan membayar pajak apabila mengisi SPT jauh lebih murah.

“Jika di Amerika Serikat (AS), yang masuk 10 dan 40 besar (perusahaan), ngisi SPT bisa sampai 100 halaman tebalnya. Kita cuma dua atau empat lembar dan ini pun kita mau sederhanakan jadi dua lembar supaya gampang. Orang kalau mau ngisi kolom penghasilan di SPT, mikirnya lama bisa satu atau dua minggu, bahkan sebulan. Saya pernah mengalami, bukan saya tidak mau ngisi, tapi bill ketinggalan di mana-mana”, ucap Ken.

Dari target Rp165 triliun, pemerintah hanya dapat meraup dana setoran pajak sebesar Rp135 triliun. Kegagalan itu pun diakui oleh otoritas pajak. Namun, Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama mengatakan tebusan yang berhasil dikumpulkan Indonesia merupakan yang terbesar di dunia dibanding negara lain yang pernah menerapkan kebijakan serupa, seperti Italia.

Italia yang selama ini mencatatkan deklarasi terbesar sekalipun, nilainya Rp 1.179 triliun atau hanya sekitar seperempat capaian Indonesia. Sukses tidaknya pengampunan pajak bisa saja diukur dari capaian terhadap target atau komparasi dengan negara lain.

Meski secara global setoran pajak melalui tax amnesty ini tidak dapat melampaui target yang telah ditentukan. Namun, menurut Haula Rosdiana, seorang Guru Besar Kebijakan Kebijakan Pajak Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia menuturkan bahwa kesuksesan yang paling subtansial justru langkah-langkah pasca-amnesti pajak. Apa yang akan terjadi setelah pengampunan pajak adalah yang akan menentukan berhasil atau tidaknya program (Kompas, 1/4).

Jadi yang terpenting, bukanlah berapa jumlah setoran pajak yang diperoleh yang dapat mengukur suatu keberhasilan program pengampunan pajak, akan tetapi langkah apa yang akan dilakukan pemerintah setelah progam pengampunan pajak.

Karena pasca pengampunan pajak tersebut, diharapkan terciptanya sebuah reformasi pajak. Reformasi pajak adalah terjadinya rekonsialiasi nasional dari kedua sisi, yakni wajib pajak dan pemerintah. Dari wajib pajak, tingkat kepatuhan mesti meningkat. Dari pemerintah, efektifitas sistem dan pelayanan juga mesti meningkat.

Maka dari itu, selepas program pengampunan pajak ini, bisa menjadi modal awal yang besar untuk melaksanakan reformasi dan perbaikan perpajakan, dari perundang-undangan dan aturan, hingga cara kerja, profesionalitas, integritas institusi pajak dan seluruh jajarannya.

Setelah tidak adanya program pengampunan pajak, pemerintah juga diharap mampu menindak tegas bagi wajib pajak yang tidak memiliki kesadaran dan terus berusaha menyembunyikan harta mereka. Karena pada dasarnya pemerintah memiliki kuasa untuk menelusuri kekayaan dan perolehan pendapatan wajib pajak dari berbagai sumber.


Pendaftaran Blog



Login Blog